Cantumkan Link Jika Mau Copas

Diberdayakan oleh Blogger.

Trending Topik

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pesawat Tanpa Awak Tercanggih

|| || || Leave a komentar
UAV atau Unmanned Aerial Vehicle merupakan pesawat tanpa awak yang diciptakan untuk berbagai keperluan, antara lain, berperang dan memata-matai. Di bawah ini adalah beberapa pesawat tanpa awak tercanggih yang pernah dibuat oleh manusia.

1.General Atomics MQ-9 Reaper
Turboprop MQ-9 adalah UAV pemburu-pembunuh pertama dengan daya jelajah jauh dan kemampuan terbang sangat tinggi. Dalam misi ketika perang, UAV ini dapat membawa rudal udara ke darat, Hellfire, atau campuran antara rudal Hellfire dan bom yang dilengkapi pemandu laser. Seorang pilot yang berada di pusat pengendali mengendalikan UAV ini dari jauh dengan layar monitor.

UAV ini memiliki kecepatan maksimum 300 mph, mampu terbang sampai ketinggian 50.000 kaki dan dengan durasi terbang selama 14 jam dengan beban penuh. Berat pesawat saat lepas landas adalah 10.500 pound (5.250 kg) dengan bentangan sayap selebar 66 kaki (22m).

Sebagai perbandingan, pesawat tempur berawak seperti F-16, mempunyai berat maksimum saat lepas landas sebesar 42.000 pound (21 ton).


Pesawat UAV pendahulunya adalah General Atomic’s QM-1 Predator, yang katanya telah mengalahkan Taliban di Afghanistan.

2. Lockheed Martin RQ-170 Sentinel
UAV ini dikembangkan oleh Skunk Works milik Lockheed Martin yang telah menghasilkan pesawat mata-mata seperti U-2, SR-71Blackbird dan pesawat siluman F-117 Night Hawk. Seperti halnya F-117, RQ-170 Sentinel merupakan UAV bermode Stealth.

Julukan pesawat ini adalah “Beast of Kandahar” karena terlihat di pangkalan udara Kandahar, Afghanistan, tetapi sangat sedikit data yang diketahui publik tentang pesawat ini. Majalah Aviation Week memperkirakan, RQ-170 Sentinel memiliki lebar sayap sekitar 66 kaki dan berat lepas landas sekitar 8500 pound.

Pihak AU AS sendiri enggan menjelaskan keberadaan UAV ini, tetapi mereka hanya mengatakan bahwa RQ-170 akan langsung mendukung kebutuhan intelijen pada pertempuran, yaitu pengawasan dan pengintaian target (surveillance and reconnaissance).

3. Northrop Grumman Global Hawk RQ-4
UAV ini dibuat oleh Northrop Grumman. UAV pembunuh ini memiliki rentang sayap sekitar 116 kaki dengan berat maksimum saat lepas landas 26.750 pound, karena itu menjadikan RQ-4 sebagai UAV terbesar yang telah beroperasi saat ini.

RQ-4 Global Hawk memiliki kemampuan terbang tinggi dan jarak tempuh yang jauh. UAV ini di operasikan untuk mengambil data intelijen, pengawasan dan pengintaian di medan perang di seluruh dunia, tetapi dapat juga di gunakan pada misi selain perang.

UAV ini dapat terbang hingga ketinggian 60.000 kaki dan dikendalikan dari pusat kendali oleh tiga orang kru : pilot peluncur dan pengendali, pilot pengendali misi dan seorang operator sensor. Selain itu, UAV ini juga sanggup beroperasi di hampir semua kondisi cuaca, baik siang maupun malam dan diproyeksikan akan menggantikan pesawat mata-mata U-2.


4. AAI Corporation RQ-7 Shadow

RQ-7 Shadow diluncurkan ke udara hingga ketinggian 30 kaki dengan menggunakan peluncur hidrolik dan harus mengaitkan dengan pengait ketika mendarat seperti yang dilakukan pesawat tempur ketika mendarat di atas kapal induk. Hal ini yang membedakan UAV ini dengan UAV lainnya.


UAV ini bertugas mengirimkan full-motion video, baik siang maupun malam hari dengan jarak hingga 75 mil. Angkatan yang mengoperasikan UAV ini adalah AD dan Korps Marinir AS. UAV ini dapat terbang selama sembilan jam dan memiliki kecepatan terbang hingga 90 knot. Selain itu, UAV ini juga dapat mencapai ketinggian hingga 15.000 kaki. RQ-7 ditenagai oleh baling-baling yang digerakkan oleh mesin berbahan bakar bensin. Secara keseluruhan, UAV ini memiliki berat 460 pound dengan rentangan sayap sekitar 20 kaki.
5. AeroVironment Puma-AE
Puma-AE (AE= all environment / segala medan), memang dirancang untuk operasi di darat dan di laut sehingga mampu mendarat baik di tanah maupun di permukaan laut.


UAV ini bertugas untuk berbagai misi, diantaranya adalah: intelijen, pengawasan, pengintaian. UAV ini memiliki bobot hanya sekitar 13 pound dan diluncurkan dengan menggunakan tangan, panjang rentang sayapnya 9 kaki serta mampu terbang selama dua jam dan ketinggian terbang maksimalnya hanya 500 kaki.

/[ 0 komentar Untuk Artikel Pesawat Tanpa Awak Tercanggih]\

Posting Komentar